Harga minyak dunia telah turun sampai kisaran angka 50$-60$/ barel,namun keberadaannya semakin hari akan semakin sedikit mengingat minyak termasuk energi yang tak terbarukan. Sedikit yang membantah bahwa minyak bumi suatu saat akan habis dan manusia akan terpaksa beralih ke jenis energi lainnya. Yang menjadi masalah kini bukanlah apakah minyak akan habis, tetapi kapan minyak akan habis ( Menurut BP, cadangan minyak Indonesia yang dapat dibuktikan keberadaannya hanyalah sekitar 4.7 miliar barrel yang akan habis dalam kurun waktu 15 - 20 tahun ). Perlu disadari oleh kita semua bahwa suatu saat BBM akan habis. Kalaupun tidak dirasakan oleh kita sendiri, anak cucu kita yang akan merasakannya
Untuk Indonesia, ada tiga data yang sebenarnya bisa digunakan untuk memprediksi kemelut BBM saat ini, yakni: (1) Setelah mencapai puncaknya pada tahun 1980-an, produksi minyak Indonesia terus menurun; dari hampir 1.6 juta barel/hari [12], saat ini hanya 1.2 juta barel/hari [15, 6], (2) Pertumbuhan konsumsi energi dalam negeri yang mencapai 10% per tahun [12], dan (3) Kecenderungan harga minyak dunia yang terus meningkat setelah krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1998 [3].
Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius, yakni: (1) Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui (bila tanpa temuan sumur minyak baru), (2) Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak, dan (3) Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kadar CO2 saat ini disebut sebagai yang tertinggi selama 125,000 tahun belakangan [13]. Bila ilmuwan masih memperdebatkan besarnya cadangan minyak yang masih bisa dieksplorasi, efek buruk pencemaran udara (dengan banyaknya CO2 ) terhadap pemanasan global telah disepakati hampir oleh semua kalangan. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi.khususnya di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Pencemaran udara juga merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta, 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia, dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia (http://www.walhi.or.id/kampanye/cemar/udara/. Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai negara.
dari sinilah perlunya peran kita sebagai masyarakat/penduduk dunia untuk melakukan tindakan sebagai upaya penghematan/mengganti bahan bakar yang ada sekarang dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan (minimal menghemat dan mereduksi hasil pembakaran menjadi lebih ramah lingkungan. salah satu upaya yang dapay kita lakukan untuk menghemat cadangan minyak dan mengurangi pencemaran udara adalah dengan menggunakan unit elektrolisa pada kendaraan bermotor...